Bagi anda warga Cikarang dan sekitarnya; jika anda mengalami masalah dengan radiator mobil anda; kemanakah anda pergi memperbaikinya?
Tentunya kita harus pergi ke bengkel khusus radiator. Bengkel umum tidak bisa memperbaiki radiator ini; khusunya jika kerusakannya adalah kebocoran.
Mobil baru tentu membutuhkan perawatan radiator lebih mudah. Cukup diganti airnya atau coolant yang dipakai dengan membuka penutup bagian bawah atau menambahkan jika berkurang. Namun untuk mobil yang sudah terhitung tua paling tidak di atas 5 tahun kebutuhan servis ke bengkel sudah menjadi keharusan. Biasanya mereka sudah mulai berkurang kinerjanya karena adanya kebocoran.
Bengkel radiator yang layak anda datangi di Cikarang berada di Jalan Raya Cikarang-Cibarusah antara pom bensin Petronas dengan pertigaan Pasir Gombong. Jika anda datang dari arah jalan tol; maka bengkel ini berada di sebelah kiri anda. Begitu melihat pom bensin Petronas kurangi kecepatan mobil anda dan jika melihat papan nama bengkel BMS ini langsung saja anda menepi.
(Dilanjut nanti ya sudah ngantuk nih!)
Baca Selengkapnya...
Labels: cikarang, cikarang baru, jalan raya industri, mobil, radiator, service, servis
Pengalaman Mudik: Mesjid Termegah di Indonesia
0 comments Posted by Ceppi at Sunday, October 03, 2010Di hari terakhir mudik sebelum pulang kembali ke Cikarang, kami sekeluarga menyempatkan diri mengunjungi untuk kedua kalinya mesjid yang merupakan kebanggaan warga kota Semarang dan juga masyarakat Jawa Tengah pada umumnya, yaitu Mesjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang berada di daerah Gayamsari. Masih kurang puas nih pada kunjungan pertama, kami belum melihat keseluruhan seperti apa mesjid ini. Juga karena pada kunjungan pertama sekitar 3 tahun yang lalu, saya tidak membawa kamera untuk mengabadikan pemandangan yang ada di sekitar mesjid ini. Sekarang? Senjata sudah dibawa nih!
Kalau dulu kami berkunjung pada malam hari, kali ini siang hari pada saat matahari bersinar terik. Masjid ini masih terlihat indah dan megah, meskipun tidak ada hiasan nyala lampu-lampu yang mempercantik dan memperanggun penampilan mesjid seperti di malam hari, namun di siang hari kami bisa melihat secara utuh dan jelas semua bagian bangunan mesjid. Dengan desain bangunan beratmosfir gabungan seni arsitektur Jawa, Timur Tengah dan Romawi/Yunani, mesjid ini terlihat sangat megah sehingga tidak berlebihan jika mesjid ini kita juluki sebagai salah satu mesjid termegah di Indonesia.
Kompleks mesjid yang terdiri dari bangunan utama mesjid yang luas ditambah pelataran sangat luas tempat dilaksanakan sholat, terdapat pula beberapa bangunan pendukung lain, yang di antaranya auditorium (katanya sih disewakan) di sisi sayap kanan masjid, dan di sisi sayap kiri perpustakaan dan ruang perkantoran (yang juga disewakan untuk umum). Juga terdapat menara besar Al Husna Tower yang tingginya 99 meter yang di dalamnya terdapat museum tentang perkembangan Islam dan budaya Islam di Indonesia (kalau ini nanti saya ceritakan terpisah) dan gedung penginapan buat pengunjung yang bermaksud menginap di sekitar mesjid ini. Bangunan utamanya sendiri beratapkan kubah besar, dilengkapi di bagian luarnya empat minaret (menara) yang runcing menjulang ke langit. Arsitektur yang sangat bercorak Islam universal!
Salah satu ciri khas MAJT ini adalah adanya 6 buah payung raksasa yang dapat digerakkan secara hidrolik untuk menaungi pelataran halaman mesjid pada saat pelaksanaan (biasanya) sholat Jumat. Setahu saya, baru mesjid ini yang memiliki payung raksasa seperti itu di Indonesia. Dan kata Pak Choirul teman saya, kelengkapan payung ini menyerupai apa yang ada di Mesjid Nabawi Madinah. Wah, berarti MAJT menjadi nomor 2 dong di dunia mesjid yang memiliki payung raksasa!
Satu hal lagi, teman saya yang lain Pak Eko SHP juga memberitahu, desain maupun pembuatan payung raksasa ini adalah oleh instansi tempat beliau bekerja, yaitu BUMN Konstruksi Waskita. Wuiih...mantap! Berarti payung raksasa ini adalah karya putera-puteri Indonesia, dan patut menjadi kebanggaan kita semua.
Mudah-mudahan segera dipatenkan agar desainnya tidak dicuri oleh pihak lain (misalnya oleh negara tetangga M*******, ...hmmm...).
Selain menjadi tempat ibadah yang merupakan terbesar di Jawa Tengah, mesjid ini pula dipersiapkan sebagai objek wisata religi, melengkapi objek-objek wisata religi lain di Jawa Tengah.
(Mudah-mudahan tidak sekedar indah dan megah ya, tapi benar-benar berfungsi sebagai pusat syiar agama Islam di Jawa Tengah! Juga harapan saya, keindahan dan kemegahan mesjid ini selalu terpelihara dengan baik. Masalahnya, orang kita seringnya bisa membangun tapi kurang bisa memelihara. Kita yang berkunjung pun harus turut memelihara keindahan dan kebersihan mesjid, baik di dalam maupun hingga ke luar mesjid. Buang sampah jangan sembarangan ya!).
Oh, ya, informasi tambahan. Mesjid ini dibangun mulai tahun 2001 dan selesai serta diresmikan oleh Presiden RI, Bapak SBY, pada tahun 2006.
Anda yang berkunjung ke kota Semarang, atau pun hanya sekedar melewati kota Semarang dalam perjalanan, sempatkanlah datang ke MAJT ini. Sungguh, anda akan mengagumi keindahan dan kemegahan mesjid ini. Foto-foto di sini, tidak cukup untuk bisa menggambarkannya.
Salam,
http://ceppi-prihadi.blogspot.com
http://harihari-ceppi.blogspot.com
Foto-foto yang lain:
Peristiwa meluapnya air sungai Cilemahabang pada tanggal 15 April lalu yang "hampir" menimbulkan lagi banjir di perumahan Cikarang Baru menyisakan rasa khawatir dan sedikit trauma pada sebagian warga, khususnya yang lokasi tempat tinggalnya dekat dengan sungai tersebut.
Beberapa hari terakhir pun hujan lebat yang mengguyur kawasan Cikarang dan sekitarnya, meskipun tidak berlangsung lama, sudah menyebabkan tinggi permukaan air sungai yang membelah kompleks perumahan ini mendekati "zona merah". Warga yang menyaksikan langsung bagaimana tingginya permukaan air sungai kembali merasa waswas, sementara yang berada di tempat lain pada saat hujan berlangsung, umumnya mencari kabar akan kondisi cuaca di Cikarang Baru juga termasuk kondisi permukaan air sungai tersebut.
Untuk mengurangi resiko terjadinya banjir akibat meluapnya air sungai pada saat terjadinya hujan, pihak Jababeka (atau dari pemda ya?) melaksanakan kegiatan peninggian tanggul yang berada di sisi perumahan, dengan timbunan tanah. Jika anda dalam beberapa hari ini melewati jalan Cilemahabang Raya, maka anda akan disuguhi pemandangan banyaknya tumpukan tanah di pinggir jalan, ada juga yang sampai agak tengah sehingga sedikit menggangu arus lalu lintas 2 arah di jalan ini, yang akan dipakai untuk proyek peninggian tanggul tersebut.

Tumpukan tanah di pinggir jalan yang akan dipakai untuk meninggikan tanggul
Uniknya, material tanah yang dipakai untuk meninggikan tanggul di pinggir sungai Cilemahabang tersebut, sejauh pengamatan saya berasal dari hasil penggalian tanah pada proyek pembangunan SPBU yang ceritanya pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu. Jadi daripada tanah hasil galian lokasi SPBU itu dibuang ke tempat lain, pikir pihak Jababeka (mungkin lho!), lebih baik dimanfaatkan untuk meninggikan tanggul yang sudah kurang memadai untuk mengimbangi tingginya permukaan air sungai pada saat hujan lebat agar tidak meluap keluar .

Tanggul yang sudah ditinggikan (kira-kira menjadi 1 m tingginya)
Apakah material tanah hasil penggalian proyek SPBU itu cukup untuk meninggikan tanggul sepanjang jalan Cilemahabang? Tentu saja tidak. Dan itu artinya dibutuhkan material tanah yang berasal dari tempat lain. Atau barangkali panjang tanggul yang akan ditinggikan hanya sebatas habisnya hasil penggalian lokasi SPBU, itu masih menjadi pertanyaan sebagian warga yang bertempat tinggal tidak jauh dari SPBU tersebut maupun yang sehari-hari melewati jalan Cilemahabang Raya.

Di sisi lain, yang merupakan kawasan industri, juga diadakan peninggian tanggul dan perbaikan sistem saluran air
Efektivitas keberadaan tanggul yang sekarang dipertinggi itu pun perlu dibuktikan pada saat hujan lebat merata di sepanjang aliran sungai Cilemahabang mulai dari hulu, apakah cukup memadai menjadi dinding benteng perhananan bagi wilayah yang berada di pinggiran sungai tersebut.Seharusnya tanggul itu bisa mencegah muntahnya air dari garis pinggir sungai ke jalanan dan kawasan perumahan di sekitarnya, serta termasuk juga kawasan industri KIJ II. Dengan seperti itu, adanya tanggul sepanjang pinggiran sungai yang efektif bisa menentramkan perasaan warga perumahan, dan juga para pengusaha di kawasan industri tersebut, yang sering merasa waswas dan khawatir setiap hujan turun.
Sayangnya, setiap habis hujan, yang dialami warga mau pun para pelintas jalan Cilemahabang Raya adalah kondisi jalan yang becek dan berlumpur, akibat air hujan yang turun di sepanjang jalanan tersebut tidak mempunyai jalur buangan sehingga menjadi genangan-genangan air ditambah lumpur yang berasal dari kikisan tanggul tanah tersebut. Kapan keringnya? Ya, menunggu adanya matahari yang akan menguapkan genangan air tersebut.
Kita berharap, Cikarang Baru bisa menjadi perumahan yang tetap nyaman untuk dihuni.
Salam,
--
Ceppi Prihadi
http://ceppi-prihadi.blogspot.com Baca Selengkapnya...
Labels: banjir, cikarang baru, cilemahabang, kawasan industri, nyaman, spbu, tanah, tanggul
Ada guyonan dari seorang ibu teman anak saya. Katanya tempat sampah terbesar di dunia adalah berada di Indonesia. Nama tempat sampah itu adalah Indonesia Raya. Indonesia Raya? Hah! Nggak salah tuh?
Benar. Nama itu dilontarkannya untuk menyindir orang-orang kita yang dengan seenaknya membuang sampah di mana saja. Dianggapnya mungkin, di semua wilayah Indonesia orang bisa membuang sampah.
Jadi kalau anaknya, meskipun sudah diajarkan berkali-kali agar membuang pada tempatnya, pada saat berada di dalam mobil membuang sampah ke luar kaca jendela, sang Ibu menegur," Jangan membuang sampah ke luar, Nak!. Memangnya Indonesia Raya ini tempat sampah!"
Namun sayangnya, contoh yang diberikan orang-orang di sekitar kita sering menghapus pelajaran yang diberikan dari orang tuanya. Anak melihat sampah berserakan di mana-mana, di pinggir jalan, di pinggir sungai, di tanah kosong dekat rumah dan banyak lagi tempat yang sebenarnya bukan tempat sampah. Atau melihat orang membuang sampah dari balik kaca jendela mobil, mobil mewah lagi, ke jalan. Plung! Tanpa sedikit pun merasa bersalah dan malu dilihat oleh orang lain. Benar-benar dianggapnya setiap jengkal wilayah tempat orang itu berada adalah tempat membuang sampah.
Anak-anak bisa menjadi terpengaruh oleh apa yang dilihatnya sehari-hari di luar rumah.
Di Cikarang Baru ini, jalur hijau yang berada di tengah-tengah kawasan bisnis Kasuari Raya - Kedasih Raya - Anggrek Raya - Puspa Raya (saya tidak mengerti, mengapa Jababeka memberi beberapa nama untuk jalan yang sebenarnya hanya satu jalan, hanya 1 tarikan garis saja) menjadi tempat hiburan dan arena nongkrong warga Cikarang Baru dan sekitarnya untuk menikmati waktu akhir pekannya. Dari mulai sehabis maghrib, lokasi tersebut mulai ramai. Tua muda, anak-anak sampai ke orang lanjut usia, laki-laki perempuan, yang hanya berdua maupun yang beramai-ramai, semuanya numplek blek di sana, memenuhi hamparan rumput jalur hijau tersebut (termasuk yang sedang memadu kasih...he.he.he..makanya jalur hijau tersebut disebut rumput seribu janji!)
Banyak di antara mereka yang membawa makanan dan minuman, atau memesannya dari pedagang yang berada di seberang jalan. Sayangnya, karena di area tersebut tidak disediakan tempat sampah, ditambah kebiasaan orang kita yang tidak pernah mau untuk mengumpulkan di satu tempat sisa atau pun bungkus dari makanan/minuman yang mereka santap, apalagi membawa pergi sampah yang mereka hasilkan, jadilah di pagi harinya hamparan rumput hijau tersebut menjadi penuh dengan ceceran sampah.
Pemandangan dari arah jalan Kedasih Raya
Memang nantinya ada pasukan berbaju jingga yang akan membersihkannya, memungut sampah itu satu demi satu untuk mengembalikan kebersihan dan keindahan area tersebut.
Pemandangan dari arah jalan Kasuari Raya
Apakah kebanyakan orang kita memiliki mental majikan, yang mau enaknya membuang sampah termudah di manapun dari tempat mereka duduk-duduk, tanpa mau bersusah payah mengumpulkan dan membawa pergi sampah mereka sendiri? Karena merasa nantinya akan ada petugas yang membersihkannya? Merasa bahwa mereka sudah membayar makanan/minuman yang dibeli dan dimakan diminumnya, sehingga tidak perlu lagi menjaga kebersihan tempat itu? Merasa ada tempat sampah Indonesia Raya?
Bagaimana kalau sekali-sekali para petugas tidak usah membersihkan tempat itu sampai minggu depannya?
Biarkan hamparan rumput tersebut menjadi kotor dan berantakan!
Pasti orang-orang menjadi malas untuk kembali ke situ. Sekali-sekali patut dicoba tuh!
CP, Mei 2010
http://ceppi-prihadi.blogspot.com
Labels: akhir pekan, cikarang baru, jalur hijau, majikan, rumput, sampah, seribu janji
Beberapa hari yang lalu di tanah kosong dekat jembatan penghubung kawasan industri Jababeka II dengan perumahan, didirikan pagar seng mengelilingi sebuah area berbentuk segitiga lengkap dengan sebuah bedeng di dalamnya. Pertama kali melihatnya saya menduga, yakh...paling-paling mau dibangun ruko lagi. "Ruko yang sudah ada saja masih banyak yang kosong, mau bangun lagi! Nggak salah nih Jababeka?" pikir saya.
Namun semalam, saya menyadari bahwa anggapan saya selama ini keliru. Rupanya proyek yang akan dikerjakan di lokasi itu bukanlah membangun ruko, melainkan sebuah pom bensin (?)! Dan tadi pagi sepulang dari jalan-jalan, saya baru sempat mengambil fotonya.
Apakah benar di lokasi tersebut akan dibangun sebuah SPBU? Entahlah. Namun melihat logo Pertamina yang tertempel di sekeliling pagar seng proyek tersebut, indikasi itu jelas. Hmm...sebuah SPBU di tengah-tengah perumahan dan bukan di jalan utama? Baru kali ini saya lihat. Hanya di Kota Hijau, Cikarang Baru.

Kabar yang saya terima esok harinya dari kawan saya, memastikan bahwa proyek tersebut, memang untuk membangun sebuah pom bensin kecil, yang ditujukan hanya untuk konsumen sepeda motor dan mobil pribadi. Katanya, pom bensin tersebut tidak akan menyediakan bahan bakar solar, yang biasanya digunakan oleh kendaraan-kendaraan berukuran besar.
Wah, enak dong kita yang tinggal di daerah ini. Karena untuk mengisi bensin motor atau mobil, kita tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke depan.
Yang penting, sejauh faktor safety/keamanan terutama dari bahaya kebakaran dan pencemaran lingkungan terpenuhi, serta sudah dilakukan analisa dampak lingkungan serta dampak lainnya, kita sebagai calon konsumen hanya bisa menyambutnya dengan gembira. Di Cikarang, sangat banyak lho pom bensin. Kita tidak pernah antri lama-lama.
CP, Mei 2010
http://ceppi-prihadi.blogspot.com/
Labels: bedeng, cikarang, jababeka II, pagar seng, pom bensin, spbu

.jpg)


