Setelah tahun lalu sempat gagal mengadakan acara tahunan perusahaan, di Waterboom Cikarang karena masalah budget dari perusahaan, kini terwujud sudah keinginan sebagian besar karyawan di perusahaan tempat saya bekerja, karena tahun ini acara ulang tahun perusahaan dan sekaligus family gathering diselenggarakan di sana.
Agak aneh kalau orang Cikarang tidak kenal Waterboom, namun masih banyak karyawan atau pun anggota keluarganya yang baru pertama kali ke sana. Tak heran, hari ini Waterboom dari pagi dipenuhi oleh orang-orang dari perusahaan tempat kerja saya.
Saya yang dengan keluarga berangkat dari rumah setengah sembilanan,
Oleh-oleh dari Heritage of Percussion (5 - selesai)
0 comments Posted by Ceppi at Wednesday, December 02, 2009Di bawah adalah beberapa ilustrasi yang bisa bercerita banyak tentang bagaimana kegiatan Festival ini berlangsung.
Deretan mobil golf siap mengantar anda
(Buat tamu VIP doang deng! Jadi kalau ada bukan VIP, silakan jalan kaki saja)
Panas? Ada payung ini! Yang penting kita duduk paling depan. Jelas lihat panggungnya!
"Orang-orang di panggung nyanyi sama maen musik, kita di sini maen angklung yok!"
Kebiasaan masyarakat Indonesia yang susah hilang. Sampah asal tinggal.
(sudah karakter sih!)
Wah, AC-nya saja pakai rasa "Neo Mild"!
(maklum, sponsor utama!)
Rambu lalu lintas terbaru
(Anda tidak boleh ke kanan, jadi harus ke toilet!...he.he..he...)
Tarian ini memang banyak mengangkat-angkat kaki
Kok menutup muka sih! Malu?
Tarian mirip jurus kungfu. Benar-benar dinamis!
Apalagi yang ini:.....ciaaaatt........!!
Bagaimana dengan yang ini?
"Saya teh bukan anggota grup band Kuburan lho! Saya juga bukan orang Papua asli. Tapi saya bisa menari dan main musik Papua.
Pokoknya salam buat warga Kota Jababeka! Daaah...."
Salam,
Ceppi Prihadi
http://www.ceppi-prihadi.co.nr
http://harihari-ceppi.blogspot.com
http://ubcimart.com
http://kompasiana.com/ceppi
Labels: cikarang baru, heritage of percussion, mobil golf, neo mild, papua, sampah, sedia payung, toilet
Kegiatan ini merupakan kesempatan refreshing dan juga sebagai arena wisata bagi keluarga, khususnya keluarga di Cikarang Baru. Makanya, tidak heran banyak orang tua yang berkunjung ke sana mengajak anak-anak mereka.
Anak-anak menemukan dunia mereka di sana. Mereka ikut bergembira, bermain, dan mendapatkan pengalaman dengan melihat sesuatu yang jarang, dan mungkin baru pertama dilihatnya.
Ini sebagian di antara wajah-wajah mereka!
Menonton pertunjukan di atas karpet merah
Iih..ada kepala barongsay! Gede banget..!
Membuat permainan sendiri
Membuat pertunjukan sendiri
Ingin melihat dari jarak terdekat
Terkesima
Terkagum-kagum
Terperangah
Terheran-heran
Kaos anak yang di kanan tulisannya "Cantik seperti mamanya"...Percaya deh mamanya cantik! he.he.he..
Ayoo...sedia payung sebelum hujan!...
CP, Nov 2009
Salam,
Ceppi Prihadi
http://ceppi-prihadi.blogspot.com/
http://harihari-ceppi.blogspot.com/
PPertandingan futsal Jumat tanggal 14 November lalu, yang merupakan event ke-3 yang diadakan oleh PE, sempat diwarnai cuaca yang kurang bersahabat, dengan turunnya hujan deras mulai dari sore hari (menurut informasi media, seluruh Jabodetabek dilanda hujan, bahkan di beberapa tempat sudah terjadi banjir). Namun demikian, pada saat saya tiba di lokasi, LA Futsal Hall "HS Futsal" sudah dipenuhi oleh orang-orang KMK yang sedang bertanding. Terlihat pasukan PE sedang berusaha menundukkan lawannya, Jhoni Cs yang sama-sama berusaha untuk mengimbangi permainan lawannya. Seru terlihatnya, satu sama lain bergantian saling menyerang, saling merebut bola dan saling kehilangan bola, hingga ada beberapa orang yang jatuh terpeleset dan beberapa pemain yang berbenturan.
Satu hal yang bisa dicatat saat itu adalah setiap habis ke-gol-an, grup-nya Jhoni Cs yang mendapat giliran tendangan bola pertama yang diarahkan ke gawang anak-anak PE, yang seringnya diwakili oleh Herman Matecon, anak-anak PE tidak pernah berusaha membuat blocking atau menghalangi bola yang meluncur deras ke arah gawang PE. Karena ternyata bolanya ...selalu lewat ke pinggir atau di atas gawang PE. Alias tidak pernah masuk! (Herman kacian juga ya! Sudah mengerahkan sepenuh tenaga, eh bolanya selalu mengarah ke angin)
Selain hujan, ada kondisi yang kurang menguntungkan. Ternyata malam itu ada trial yang sedang dilaksanakan oleh beberapa member PE, yaitu trial mold-nya Panasonic. Artinya, harus ada orang PE yang stand by di KMK. Akhirnya Pak Setio dan Pak Agus yang menemani member Panasonic di KMK, sementara Herry alias Erick "Limbad", Herman dan Ipung, melarikan diri dulu sementara. Berhujan-hujan mereka datang ke lokasi, demi membela kehormatan departemennya (he.he.he..emang iya?)
Suasana pertandingan yang amat seru
Pada saat saya bergabung main, pertandingan masih berlangsung seru, antara pasukan PE yang dikomandani oleh Wawas, dengan pasukan Jhoni Cs yang saat itu diperkuat oleh Herman Matecon, Roni PPC, Agus Packing, dan beberapa member Precision kalau tidak salah. Langsung saya juga terlibat pada perebutan bola, dan beberapa kali juga membawa bola ke arah gawang lawan. Namun kali ini, saya belum sempat membuat gol. Di pertandingan ini, saya merasa lebih baik dibandingkan minggu sebelumnya. Lebih baik kenapa? Karena tidak terjadi kram kedua paha seperti dulu. Hanya hampir kram pada paha belakang kanan, namun itu tidak terlalu parah, dan masih bisa berlari-lari.
Yang membuat cepat lelah adalah bahwa kita berlari-lari sambil tertawa-tawa sehingga terasa sekali napas ngos-ngosan dan kerongkongan terasa kering. Timbul semangat dan sedikit geli melihat Pak Jaka gagal memanfaatkan beberapa peluang gol. Wah, sayang sekali saudara-saudara, umpan matang yang diterima Pak Jaka tidak bisa dimanfaatkan untuk menambah pundi-pundi gol PE yang saat itu sebenarnya sudah cukup banyak.
Wawas sedang berebut bola dengan pemain lawan
Gelombang serangan anak-anak PE ke kubu Jhoni Cs
Sampai pertandingan usai, jumlah gol yang diderita pasukan Jhoni Cs cukup banyak. Kalah telak rupanya mereka. Sayang, saya tidak sempat mencatat betapa score-nya.
Apakah Jhoni Cs penasaran sehingga minta pertandingan diulang? Belum tahu, tapi yang jelas futsal ini sangat menghibur, sekaligus menguras tenaga dan keringat kita.
Mau Minum? Keringat bercucuran nih!
Ipung tertawa-tawa senang karena menang
"JRA" (Jhoni - Roni - AgusW) kelelahan, kegerahan dan kehausan
Mengisi ulang tubuh dengan cairan. Glek..glek..glek....puassss benerrrrr!!!
Jumat depan? Belum tahu juga nih! Nunggu info, barangkali ada yang berminat tanding lawan PE.
Tinggal hubungi Sdr. Wawas di 0811-869178.
CP, Nov 2009
Di berbagai acara, apalagi acara di luar yang melibatkan banyak orang, sebagian orang berkeinginan mengabadikan berbagai kejadian di dalam acara tersebut. Apalagi, jika terdapat kegiatan menarik dan unik, yang layak untuk diabadikan dan di-bagi kepada teman-teman/pihak yang tidak berkesempatan hadir. Tentu saja kamera menjadi alat yang sangat penting untuk ini. Sebagian besar kamera yang dibawa pengunjung adalah dari jenis kamera digital, baik itu kamera saku maupun kamera besar (SLR), atau bahkan kamera yang menjadi fitur ponsel pun dijadikan alat untuk menyimpan berbagai peristiwa yang ada. Sepertinya sudah hampir tidak ada tempat bagi kamera konvensional yang menggunakan film, dan sepertinya juga kamera sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern.
Di acara Festival Budaya Internasional ini pun, kita bisa melihat banyak orang berseliweran membawa kamera. Terlebih di depan panggung, aksi para pemotret baik yang benar-benar fotografer maupun yang sekedar untuk membuat foto kenang-kenangan dapat menjadi objek tontonan tersendiri. Seperti di bawah inilah!
Anak kecil pun ingin memotret sendiri!
Wuihh...kalau ini gayanya memang fotografer profesional!
Aksi para pemotret di depan panggung
Seorang Ibu di bawah panggung berusaha mengambil gambar sedekat dan sejelasnya
Deretan para pemotret
Mengintai sekaligus membidik - mencari gambar terbagus
Aksi fotografer panggung
Angkat tinggi-tinggi kameranya!
Saling membidik
(Photo taken by P' Eshape)
Anda suka memotret? Atau malah anda suka dipotret? Acara seperti inilah ajang untuk itu.
CP, Nov 2009
http://ceppi-prihadi.blogspot.com/
Labels: ceppi, cikarang baru, DSLR, festival budaya, film, fotografer, heritage of percussion, kamera, pemotret

